Jumat, 02 Juni 2017

Marhaban ya Ramadhan



Marhaban ya Ramadhan……

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi kaum muslim di manapun kalian berada. Puji syukur marilah selalu kita serukan kepada Allah SWT. Karena atas izin-Nya kita masih diberikan nafas untuk hidup sampai sekarang, sehingga kita dapat bertemu dengan Bulan Ramadhan yang saat ini sedang kita jalani.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat mengagumkan, karena apa?
Coba sejenak kita renungkan. Setiap kita beramal sholeh Allah selalu melipat gandakan pahala kita. Tidak hanya itu, karena begitu istimewanya Bulan Ramadhan pintu neraka ditutup oleh Allah, para setan dibelenggu dan pintu surga terbuka lebar untuk orang-orang yang ingin bertaubat, serta mengharapkan ridha dari Allah. 
Subhanalah…. 
Maha suci Allah atas segala rahmat dan hidayah yang telah Dia berikan untuk kita semua. 

Oleh karena itu, jangan menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah berikan kepada kita. Marilah di bulan yang suci ini kita memperbanyak amal kebaikkan untuk menutupi dosa-dosa yang mungkin telah kita lakukan. Selalu ucapkan Alhamdulillah atas segala apa yang terjadi di dalam hidup kita. Karna di setiap takdirnya akan terselip suatu kebahagian yang nyata jika kita mau selalu bersyukur kepada-Nya.

Berbicara tentang Bulan Ramadhan menjadi sebuah topik yang sangat indah untuk dibicarakan. Namun terkadang saya tertawa kecil ketika melihat fenomena-fenomena yang sering terjadi di bulan ramadhan. Bulan ramadhan seakan menjadi ajang competisi orang muslim  untuk mendapatkan ridha dari Allah SWT. Mereka berlomba-lomba berbuat kebajikkan, masjid lebih terlihat ramai, sholat lebih rajin dari biasanya, perbanyak dzikir, dan lainnya.
Terkadang kalau di pikirkan itu membuat bingung. Kenapa hal-hal positif seperti itu hanya ada dan terjadi di bulan ramadhan saja. Kenapa di bulan-bulan yang lainnya kita tidak melakukan hal yang biasa kita lakukan di bulan ramadhan. Dari pendapat beberapa mengatakan, mereka dapat melakukan hal-hal kebajikan lebih maksimal di karenakan sebuah moment atau waktunya yang tepat, yaitu disaat bulan ramadhan. Lalu apakah di bulan-bulan yang lain itu bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal yang baik. Kita berbicara tentang kualitas hidup, dimana setiap individu mau berbuat baik di setiap harinya bukan hanya di bulan ramadhan saja. Bisa kita lihat ketika sudah masuk waktu sholat terlebih sholat maghrib. Jamaahnya bisa full di masjid, sedangkan kalau hari-hari biasa shof sholat di masjid hanya dua sampai tiga shof saja.

Hal seperti inilah yang harus kita ubah, mindset kita  perlu kita revisi. Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT tidak hanya di bulan ramadhan saja. Ingatlah, ketika jantung kita masih bisa berdetak itu adalah kesempatan yang Allah berikan kepada kita. Agar kita mampu memaksimalkan bekal kita kelak di akhirat nanti. Jadi meningkatkan iman jangan hanya menunggu saat bulan ramadhan karna kita tidak pernah tahu kapan malaikat maut menjemput kita.
Ketika kita sedang menunggu waktu berbuka puasa biasanya ada acara kultum di TV. Di dalam benak kita pernahkah kita berfikir “Kenapa orang itu bisa begitu fasih membaca ayat-ayat Al-Qur’an, berceramah tentang agama,tentang kebajikan, dan lain sebagainya.
Sedangkan di luar sana terdapat sisi lain yang berbeda. misalnya orang-orang yang menjadi brandalan, preman, perampok dan sebagainya. Dari kedua tipe orang diatas pernakah kalian berfikir apa dan kenapa hal itu bisa terjadi. Seperti yang kita tahu manusia di ciptakan sama. Lalu apa yang menyebabkan jalan orang-orang itu berbeda?

Jawabannya adalah karna mereka memilih jalan hidup mereka masing-masing.
Ketika Allah menurunkan kita ke bumi Allah telah memberikan pilihan kepada kita, mau kemana kita akan kembali. Ke sisi-Nya di surga atau di neraka bersama para setan dan pengikutnya.
Semua pilihan itu ada di tangan kita. Manusia yang terbuai dengan keindahan di dunia akan tersesat bersama setan yang menampilkan beribu-ribu keindahan dan kesenangan di dunia. Berbeda halnya dengan orang yang memilih berjalan di jalan Allah. Akan banyak hal kesukaran yang mereka temukan di dalam hidup mereka namun di balik itu semua Allah telah menyiapkan untuk mereka kenikmatan yang tiada bandingnya di dunia yaitu kenikmatan surga bagi hamba-hambya-Nya yang mau berjalan di jalan-Nya.

Semua pilihan ada di tangan kita, kemana kita akan melangkah membawa arah hidup ini. Surga atau neraka sebagai tempat untuk kembali. Jangan berfikir kalau kalian tidak bisa menjadi orang baik atau merasa kalo diri kita ini terlalu naif untuk berubah hal seperti itu hanyalah bualan setan yang berbisik di pikiran kita. Manusia sejatinya adalah makhluk yang sempurna namun mereka akan menjadi sangat hina ketika mereka tidak bisa menjaga martabatnya di dunia. Setiap orang pasti pernah berbuat dosa, tergantung bagaimana cara kita melihat diri kita. Mau bertaubat memohon ampun kepada Allah atau mengabaikan peringatan Allah yang telah di firmankan di dalam Al-qur’an. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah namun hal itu tergantung dari diri kita sendiri. Coba tanyakan pada hati nurani kalian. Maukah kita berubah? Sudah siapkakh dengan jalan hidup yang kita pilih? Renungkan itu baik-baik. Selama nafas ini masih berada di dalam kandung badan kita maka kesempatan bertaubat itu masih ada. oleh karna itu pikirkan lagi, review lagi jalan hidup yang telah kita lalui. Sudahkah kita menjadi orang yang di rahmati Allah atau malah sebaliknya kita tergolong orang-orang yang di laknati Allah.

Bulan Ramadhan adalah awal yang baik untuk kita membenahi diri dan memohon ampun atas dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu. Marilah di bulan suci Ramadhan ini kita perbaiki diri kita, kita revisi lagi jalan hidup kita apakah sudah sesuai dengan syariat Islam atau masih belum. Jangan sia-siakan hidup mu di dunia yang hanya bersifat sementara ini. Janganlah kamu terbuai dengan keindahan dunia yang penuh fatamorgana ini. Lihatlah kenyatannya bahwa semua ini hanyalah bersifat sementara. kebahagian yang sejati dan kekal itu hanya bisa kita dapatkan setelah kita mati. Untuk itu persiapkan bekal kita untuk menghadap-Nya. Karna kita tidak pernah tahu kapan kita akan di panggil oleh Allah. Marilah kita selalu berdoa semoga di akhir hidup kita akan terpancar senyum kebahagiaan di wajah kita bukan sebuah pancaran menyesalan yang telah kita lakukan di masa lalu.

Selamat menunaikan ibadah puasa 1438 H. Semoga di bulan yang penuh rahmat ini kita bisa memaksimalkan keimanan dan ketaqawaan kita kepada Allah. Marilah kita bedahi diri kita, ibadah kita, perilaku kita agar kelak kita menjadi golongan orang-orang yang di cintai Allah di akhirat nanti – Amin. 



Hoiriyanto,
(PBI / 2nd Semester)

2 komentar:

  1. I really appreciate you for sharing most important article related to free tax assistance custom dissertation writing service

    BalasHapus
  2. I like this story and I hope that you will write something common soon. If you're interested I always look for information How to Become a Successful Translator Fast . I will be very thankful if you will write on this topic.

    BalasHapus